Postingan

Menampilkan postingan dengan label OPINI PENDIDIKAN

Mendidik yang Kontruktif? Perlu Mengedepankan Mekanisme Dialogis

Gambar
Tak dipungkiri berbagai gejala yang   mengindikasikan   intoleransi dan    radikalisme masih berpotensi terjadi di   Indonesia. Potensi-potensi ini sebagian sudah terjadi meski hanya di beberapa daerah, sebagian besarnya bukan tak mungkin akan   muncul ke permukaan secara masif   di waktu   yang   akan   datang,   jika tidak   ditangani secara sungguh-sungguh. Rentetan serangan terorisme dari   Mako Brimob sampai Polretabes Surabaya, dari Sidoarjo sampai Riau dan lain-lainnya yang terjadi belum lama ini adalah bukti nyata kecenderungan ini. Tragisnya teror membabi buta ini meninggalkan jejak keprihatinan, kesedihan dan duka yang mendalam. Bahkan untuk kalangan tertentu yang menjadi saksi mata bahkan korban dari serangan ini, kejadian yang mereka alami meninggalkan keadaan jiwa yang sangat traumatik. Hal ini wajar karena serangan ini datangnya tiba-tiba, tak terduga dan cara yang ditempuh sangat brutal dan tidak be...

MADING SEKOLAH: Wadah Praktis dan Kreatif untuk Mengasah Kemampuan Menulis

Gambar
Saya tidak tahu lagi itu kapan. Tapi saya masih ingat pada waktu itu saya pernah menjadi pengurus  inti mading sekolah di sebuah lembaga pendidikan khusus itu, lembaga pendidikan khusus untuk calon imam. Ingatan tentang pengalaman di  belasan tahun yang lalu ini sekadar untuk menggariskan sebuah makna penting tentang sebuah spirit dasar. Spirit dasar yang sudah mengakar di lembaga pendidikan itu yaitu  spirit membangun kebiasaan berliterasi. Jadi flashback ini bukan untuk menyombongkan kualitas lembaga pendidikan atau membanggakan almamater ini tetapi hanya sekilas menggambarkan iklim literasi di lembaga pendidikan setingkat sekolah menengah atas itu. Kenyataan yang tak dipungkiri bahwa ada iklim menulis yang dibangun baik sana. Walau sampai saat ini banyak alumnus lembaga pendidikan yang belum menyadari sisi ini. Mungkin karena iklim ini dianggap sebagai yang hal biasa. Atau sudah membeku dalam sebuah rutinitas yang sudah berlangsung dengan sendirinya atau oto...

Jadi Produktif, Hindari Ciri Manusia Satu Dimensi

Gambar
Semenjak ditetapkan kebijakan terkait moratorium test CPNS/CPNSD pada rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak bebas masalah. Masalah yang nyata adalah makin meningkatnya angka pengangguran bagi usia-usia produktif. Kebijakan ini cukup pelik disiasati ketika sikap manja pada ajang tahunan ini sudah menumpulkan daya kreativitas . Efek yang terjadi adalah posisi dan kondisi masyarakat pencari lapangan kerja mengalami kegalauan dan dilema. Yang lebih merasakan ini adalah generasi muda pemegang ijazah. Kegalauan dan kedilemaannya  menjadikan mereka mati suri kepercayaan dirinya. Lebih menyedihkan lagi bingung dengan ijasah atau gelar akademis yang disandangnya. Bahkan ada kebanyakan dari mereka tidak bisa berbuat apa-apa, pasrah pada keadaan yang mereka alami. Jika hal ini dibiarkan berlangsung dalam rentetan waktu yang lama maka akan ada babak baru penciptaan manusia-manusia stres akan eksistensi dirinya. Jika keadaan ini  terus dipaksakan atau tidak dimanage secara bija...

LITERASI, UNTUK APA DAN OLEH SIAPA?

Gambar
Tulisan saya ini sekadar membuka pandangan kita tentang apa yang kami buat selama ini terkait pelanggengan budaya literasi ala Media pendidikan Cakrawala NTT. Saya mengatakan demikian karena mencoba meminimalisir pandangan murahan terkait misi gerakan yang selama ini kami lakukan. Setahu saya di waktu-waktu awal kami menggelorakan gerakan edukatif ini belum banyak pikiran-pikiran miring yang secara tidak langsung mencoba melemahkan semangat kami. Tetapi setelah gerakan ini mem- booming dalam payung Gerakan Literasi yang waktu itu dicanangkan secara nasional semasa kepemimpinan menteri pendidikan waktu itu Anies Baswedan tamparan keras terus menghempas semangat kami yang sedari awal sudah terbangun dengan misi yang mulia ini. Bukan sekadar mencuci tangan dari setiap hujatan itu tapi pada tulisan ini saya coba membuka cakrawala berpikir kita terkait tujuan positif dari gerakan ini. Literasi itu Penting Sebenarnya tujuan gerakan literasi ala kami ada dasarnya. Semuanya ...

Pendidikan dan Dampak PILKADA (Menyoal Eksistensi Pendidikan Akibat Politik Kepentingan)

Gambar
Euforia politik saat menjelang sampai titik akhir penentuan sang pemimpin daerah baru dalam dinamika PILKADA di beberapa propinsi dan kabupaten pada periode ini cukup menyita perhatian berbagai pihak. Bahkan proses ini telah dibubuhi berbagai energi positif dan negatif yang cukup menguras perih. Dan jika tidak dimanage secara bijak maka efeknya bisa mencederai keharmonisan hidup bersama. Memang ini tidak mudah jika setiap pribadi, kelompok dan golongan terlalu kaku, ekstrim dengan filosofi perjuangannya untuk memenangkan pilihannya bahkan dengan secara sadar atau tidak sadar mendangkalkan makna demokrasi yang sebenarnya. Saling menuduh, memfitnah, menghujat bahkan lebih sadis lagi melengserkan “keberadaan” seseorang akibat janji politik atau efek politik balas dendam. Mekanisme tebang-pilih pun dipakai. Inilah penyakit menahun dalam dunia perpolitikan kita. Apakah makna demokrasi  harus dimaknai dan diimplementasi dengan cara demikian? Jika tidak maka fenomena ini sungguh disaya...

Jagalah Semangat Kebhinekaan Mulai dari Sekolah

Gambar
Menjelang tanggal akhir pencoblosan pemilihan gubernur Propinsi DKI Jakarta masing-masing kandidat berusaha menarik simpati masyarakat Jakarta. Salah satu upaya dialogisnya  adalah melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh terkemuka, yang punya nama bahkan secara terselubung punya basis masa atau simpatisan. Pendekatan antar personal dalam payung politik ini pun dikemas dengan bahasa yang lebih santun oleh media, “berguru pada guru”. Dari sekian banyak tokoh pun dikunjungi. Salah satu tokoh yang dikunjungi dan santer diberitakan  adalah mantan wakil presiden dan presiden RI, Bapak B.J. Habibie. Secara politis untuk kalangan tertentu secara khusus tim sukses pertemuan ini memang sangat dibutuhkan paling tidak untuk penyebaran isu politik sekaligus memperkuat eksistensi masa. Atau lebih penting lagi yaitu membangun kredibilitas tiap pasangan bahwa mereka bisa menjadi pemenang dalam hajabat akbar yang termaktum familiar dengan istilah PILKADA ini. Bagi seorang negarawan s...

Antara Lifestyle dan Pemberdayaan Karakter

Gambar
Sampai saat ini desusan untuk menggalakkan pendidikan karakter terus berhembus kencang. Upaya ini memang sangat perlu sejalan dengan semakin lunturnya akhlak atau tabiat (karakter), akibat kebiasaan, budaya atau lifestyle   dari generasi muda di era sekarang yang cenderung terdegradatif. Bahkan secara lokal lifestyle ini cenderung mengabaikan tatanan kearifan lokal, norma atau adat istiadat yang mengikatnya semenjak mereka lahir, tumbuh dan berkembang. Terkait dengan kasus kusut ini ada banyak contoh yang bisa kita jumpai. Bahkan kebiasaan seperti ini membuat kita kerutkan kening bahkan jadi bingung; mau pakai cara apa untuk mengatasinya. Salah satunya adalah fenomena sosial yang diulas Drs. Yohanes Bere Aton dalam Rubrik Sorot di Majalah Cakrawala NTT Edisi 63 (edisi 63). Fenomena sosial-budaya ini kini secara perlahan-lahan telah menjadi budaya pesta generasi muda bahkan gerenerasi tua di Kabupaten Belu wilayah Propinsi NTT yaitu Dansa Kijomba. Apa itu dansa Kijomba? Dans...

Tuntutan MEA Bukan Menjadi Manusia Robot

Gambar
Tak terasa geliat dan efek tuntutan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) perlahan-lahan telah menelanjangi tembok esklusivitas eksistensi suatu Negara. Setiap orang (warga Negara) dengan kecerdasan pengetahuan dan kematangan kepribadiannya mencoba menerobos setiap tawaran di setiap daerah yang menawarkan   susu dan madunya . Pada proses ini dinamika kompetisi pun terbangun. Tak dipungkiri kompetisi ini selain memotivasi orang untuk semakin meningkatkan kualitas dirinya tetapi juga bisa menjerembabkan oleh rasa frustrasi karena kalah bersaing. Hal ini sangat kentara kalau kita menilik lebih dalam pada pasar-pasar ekonomi produktif dalam kanca global. Tuntutan profesionalitas, kecakapan dan keterampilan merupakan syarat mutlak yang harus dipertaruhkan. Sejalan dengan tuntutan ini maka tata ekonomi berencana (planned economic) yang dikembangkan di Negara-negara Eropa Timur termasuk Indonesia memposisikan pendidikan sebagai proses penanaman modal dalam bentuk manusia (human investm...